Pengembangan Layanan di Rumah Pintar Universitas Brawijaya
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Pendidikan merupakan investasi yang
paling utama bagi setiap bangsa, apalagi bagi bangsa yang berkembang, yang giat
membangun negaranya. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut kita
untuk belajar lebih banyak, lebih cepat, lebih efektif dan juga mengakibatkan
terjadinya keanekaragaman kegiatan manusia dalam usaha untuk meningkatkan
ketrampilan dan kemahiran. Kegiatan itu tidak mungkin dilakukan hanya dengan
satu sumber yang terbatas. Perkembangan masyarakat akan membawa pengaruh
terhadap perkembangan nilai dan prinsip di bidang pendidikan.
Dalam konteks teknologi
pendidikan/pembelajaran, sumber belajar merupakan komponen system pembelajaran
yang merupakan sumber-sumber belajar yang di rancang terlebih dahulu dalam
proses desain atau pemilihan dan pemanfaatan, dan di kombinasi dalam system
pembelajaran yang lengkap untuk mewuwjudkan terlaksananya proses belajar yang
bertujuan dan terkontrol.
Tidak semua sumber belajar sengaja
dikembangkan untuk keperluan belajar, namun tidak berarti bahwa
sumber itu tidak dapat dimanfaatkan untuk keperluan belajar. Sebagian memang khusus dirancang untuk keperluan belajar dan membelajarkan. Dalam latar pendidikan tinggi, semua sumber itu sengaja dipilih dan dikembangkan untuk menunjang berbagai kegiatan. Kegiatan itu meliputi kegiatan belajar dan pengembangan kreativitas anak-anak serta masyarakat umum. Mengingat bahwa tiap Pusat Sumber Belajar mempunyai kondisi yang berbeda-beda.
sumber itu tidak dapat dimanfaatkan untuk keperluan belajar. Sebagian memang khusus dirancang untuk keperluan belajar dan membelajarkan. Dalam latar pendidikan tinggi, semua sumber itu sengaja dipilih dan dikembangkan untuk menunjang berbagai kegiatan. Kegiatan itu meliputi kegiatan belajar dan pengembangan kreativitas anak-anak serta masyarakat umum. Mengingat bahwa tiap Pusat Sumber Belajar mempunyai kondisi yang berbeda-beda.
Pentingnya sumber belajar dalam
pembelajaran tidak bisa di pungkiri lagi. Akan tetapi, sumber-sumber belajar
yang ada di sekolah dan lembaga pendidikan lain selama ini, belum di kelola dan
di manfaatkan secara maksimal. Padahal, berbagai sumber belajar tersebut hanya
akan berdayaguna jika sudah di kelola dan di fungsikan secara maksimal dan
terorganisasi dalam bentuk Learning Resource Center (LRC) atau Pusat Sumber
Belajar (PSB) di setiap sekolah, perguruan tinggi, maupun di lembaga pendidikan
lainnya.
1.2 Tujuan Penulisan
1. Mengetahui
identitas dan deskripsi fisik di Rumah Pintar Universitas Brawijaya.
2. Mengetahui
layanan rumah pintar Universitas Brawijaya.
3. Mengetahui
kelemahan dan kelebihan Rumah Pintar Universitas Brawijaya.
4. Mengetahui
pengembangan PSB di Rumah Pintar Universitas Brawijaya.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pusat Sumber Belajar
Rumah Pintar Universitas Brawijaya
Pusat Sumber Belajar Secara sederhana bila kita urai
Pusat Sumber Belajar (PSB) adalah tempat atau lembaga dimana berbagai sumber
belajar diorganisasikan ke dalam sistem pembelajaran guna memenuhi kebutuhan
belajar siswa dan kebutuhan mengajar guru. Dengan demikian Pusat Sumber Belajar
akan menjadi sistem pendukung dalam pencapaian tujuan atau kompetensi
pembelajaran.
Dengan menggunakan metafor dari ilmu komunikasi macam sumber
belajar itu kemudian dikembangkan sebagai berikut:
1. Informasi
apa yang disampaikan?........... Pesan
Pesan
adalah informasi pembelajaran yang
akan disampaikan yang dapat berupa ide, fakta, ajaran nilai dan data
2. Siapa
yang menyampaikan?................ Orang
Orang
adalah manusia yang berperan sebagai
pencari, penyimpan, pengolah.
3. Apa
yang digunakan untuk menyimpan dan menyampaikan informasi?..... Bahan
Bahan
adalah merupakan perangkat lunak
(software) yang mengandung pesan-pesan pembelajaran yang biassa di sajikan
melalui peralatan tertentu ataupun oleh dirinya sendiri
4. Bagaimana
cara menyampaikan?....... Alat
Alat
adalah perangkat keras (hardware)
yang digunakan untu menyajikan pesan yang tersimpan dalam bahan
5. Di
mana disampaikan?..................... Teknik
Teknik
adalah prosedur atau langkah-langkah
tertentu yang di siapkan dalam menggunakan bahan, alat, lingkungan dan orang
untuk menyampaikan pesan
A.
Identitas
pusat sumber belajar
Nama : Rumah intar Brawijaya
Universitas Brawijaya
Jenis : Rumah pintar
Kepemilikan : Universitas Brawijaya
Alamat : Kamus UB Jl. Veteran Kec. Lowokwaru Kota Malang
Telp : (0341) 557901
B.
Deskripsi
fisik
Fasilitas : Taman baca, Komputer, mobil pintar,
perpustakaan keliling
koleksi : koleksi umum seitar 9000
eksemplar
Perabot : Meja dan kursi kerja, meja dan kursi untuk anak-anak,
dll.
C.
Tujuan
· Meningkatkan
minat baca masyarakat, terutama ibu anak-anak usia 3-18 tahun juga remaja.
· Memfasilitasi
pengembangan kualitas pendidikan masyarakat, terutama ibu dan anak yang ada di
lingkungan belajarnya kekurangan sumber
belajar.
· Memfasilitasi
belajar di luar sekolah
· Menanamkan
nilai ositif keanekaragaman lingkungan sosial dan budaya setempat.
· Membantu
program pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidu masyarakat melalui
pemberantasa buta huruf, lifeskills
dan penguasaan informasi
dan teknologi
D. Visi
Mencerdaskan
anak bangsa, mengembangkan kualitas masyarakat Indonesia serta menjadi
sumberbelajar guna menghasilkan warga yang memiliki soft skill dalam bidang pengetahuan dan teknologi agar menjadi
manusia yang mandiri dan berakhlak mulia.
E.
Misi
Mencerdaskan
dan mengembangkan minat baca masyarakat sekitarnya
Mengenalkan
dan mengemembangkan teknologi informasi pada masyarakat
Mengembangkan
potensi anak usia dini dengan melakukan kegiatan bermain kreatif dan edukatif.
Melalui
Sentra Kriya mengembangkan ketramilan masyarakat dalam mengelola sumber daya
yang ada di lingkungan sekitar sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan
keluarga.
2.2
Layanan
Rumah Pintar Universitas Brawijaya
1.
Layanan
Sentra Buku
Pada sentra ini
terdapat berbagai jenis buku. Sentra ini bertujuan mengembangkan minat baca dan
pengetahuan bagi anak-anak dan warga belajar. Untuk mengembangkan minat dan
baca sentra buku atau perpustakaan melakukan kegiatan menonton film bersama
oleh peserta pengunjung rumah pintar
setelah itu tutor mengajak ke perpustakaan untuk mencari informasi
hal-hal yang berkaitan dengan film tersebut.
2.
Layanan
Sentra Bermain
Dalam sentra ini
terdapat berbagai alat permainan edukatif (APE) bagi anak usia dini untuk
mengembangkan semua potensi dan kreatifitas serta imajinasi anak melalui
pengembangan kecerdasan zaman.
3.
Layanan
Sentra Komputer
Di sentra ini tersedia
komputer yang bertujuan untuk mengenalkan teknologi kepada para pengunjung
rumah pintar. Anak diperkenalkan Teknologi Informasi masa kini akan tetapi anak
tidak dibiarkan mencari informasi sendiri tapi ada pendamping yang membimbing
mereka .
4.
Layanan
Sentra Panggung
Sentra ini bertujuan
untuk mengembangkan potensi inner dan intrapersonal anak guna membangun rasa
percaya diri, menggali krativitas dan keberanian nak dalam mengekplorasi bakat
dan minatnya.
5.
Layanan
Sentra Kriya
Pada sentra ini
menyediakan berbagai aktivitas yang dirancang untuk memberikan ketrampilan
hidup dan ketrampilan vokasional bagi masyarakat. Dengan adanya sentra kriya di
harapkan tercipta perluasan peluang usaha dan peluang kerja bagi masyarakat.
Muara program ini adalah pada pengembangan jiwa kewirausahaan dan pengenalan
potensi lokal.
6.
Layanan
Mobil Pintar
Mobil Pintar ini ada 2
unit mobil pintar dan 1 unit mobil perpustakaan keliling. Tujuan mbil pintar
ini adalah menjangkau atau mewadahi bagi para pemustaka yang didaerahnya
terbatas oleh sarana dan prasarana
2.3
Kelemahan
dan Kelebihan Rumah Pintar Universitas Brawijaya
Kelemahan:
Letak Tidak strategis dikarenakan tempatnya berada
dalam lingkungan kampus sedangkan Sasaran dari Rumah pintar ini adalah anak
berusia Dini dari 5 tahun sampai dewasa dan juga rumah pintar ini di tujukan
untuk umum sehingga tidak banyak orang mengetahui keberadaan rumah pintar ini.
Ini dibuktikan dengan surat kabar online yang memberitakan tentang Rumah pintar
UB sepi pengunjung
Kelebihan:
1. Ruangan
yang penuh warna dibagi dalam beberapa sentra, suasananya sudah pasti akan
menyenangkan bagi anak-anak , hingga belajar bukan lagi merupakan suatu
kegiatan yang menjadi beban .
2. Seluruh
bagian ruangan menjadi media buat belajar, dinding, tiang bahkan lantainya.
Disini anak-anak bisa belajar mengenai macam-macam warna, angka(sekaligus
mengenalkannya dalam dua bahasa) dan aksara.
3. Sentra
Kriya, salah satu ungulan rumpin UB yang memberikan pengenalan pada masyarakat
sekitar dan ibu-ibu yang berminat mengenai teknologi pertanian untuk mengolah
dan menghasilkan makanan sehat, serta memperkenalkan berbagai macam tanaman dan
cara menanam tanaman obat.
4. Rumah
pintar ini menyediakan mobil pintar yang berkeliling di daerah –daerah
pedesaan.
5. program
yang dilaksanakan disini seluruhnya bebas biaya, dan peserta didik akan
dibimbing oleh tutor dan asisten tutor.
2.4 Pengembangan Layanan di Rumah Pintar Universitas
Brawijaya
A. Tahap Analisis Kebutuhan
Kegiatan analisis
kebutuhan ini merupakan suatu kegiatan ilmiah yang melibatkan berbagai eknik
pengumpulan data dari berbagai sumber informasi untuk mengetahui kesenjangan
antara keadaan yang seharusnya terjadi dengan keadaan yang senyatanya terjadi.
Langkah-langkah dalam
kegiatan analisis kebutuhan meliputi tiga tahap seperti berikut:
1.
Perancangan
Meliputi
penentu fokus analis kebutuhan, penentu teknik pengumpulan data, dan
pengembangan instrument
2.
Pelaksanaan
Yaitu
melakukan pengumpulan data sesuai dengan teknik pengumpulan data dan instrument
yang telah di tentukan dalam perancangan dan menganalisisnya
3.
Pelaporan
Yaitu
melaporkan hasil analisis kebutuhan tersebut, isi dari laporan tersebut adalah
sumber-sumber belajar yang di perlukan untuk kegiatan pembelajaran
Strategi pengumpulan data dalam analisis kebutuhan dapat dilakukan dengan berbagai cara dan metode. Beberapa strategi yang dapat di lakukan antara lain adalah curah pendapat (brain stroming), wawancara, observasi, kuesioner, panel ahli, seminar, lokakarya, diskusi kelompok dll. Strategi yang paling dominan dilakukan dalam analisis kebutuhan adalah curah pendapat (brainstorming)
Strategi pengumpulan data dalam analisis kebutuhan dapat dilakukan dengan berbagai cara dan metode. Beberapa strategi yang dapat di lakukan antara lain adalah curah pendapat (brain stroming), wawancara, observasi, kuesioner, panel ahli, seminar, lokakarya, diskusi kelompok dll. Strategi yang paling dominan dilakukan dalam analisis kebutuhan adalah curah pendapat (brainstorming)
Analisis
kebutuhan di rumah pintar Universitas Brawijaya
Dilakukan analisis mengenai adanya
perbedaan antara keadaan yang diharapkan dengan keadaan yang terjadi
Layanan apa yang diperlukan?
Kenyataan : Layanan rumah pintar Universitas
Brawijaya berupa layanan sentra buku,
layanan sentra panggung, layanan sentra bermain, layanan sentra komputer,
layanan sentra kriya, layanan mobil pintar.
Keadaan yang seharusnya: Layanan di
rumah pintar UB sudah sesuai dari segi koleksi, fasilitas, sarana dan prasaran.
Tapi dilihar dari layanan lebih condong
ke anak-anak dan ibu-ibu.
Siapa yang memerlukan layanan?
Kenyataan : Pengguna rumah pintar UB
biasanya dari golongan anak-anak sekolah.
Keadaan yang seharusnya
: Pengguna rumah pintar UB sesuai sasarannya
dari kelompok masyarakat, anak-anak, remaja, kaum perempuan dan lansia.
Apakah memang sering diperlukan?
Kenyataaan : Pengguna rumah pintar UB
jarang ada kegiatan, hanya saja jika ada kunjungan dari sekolah-sekolah.
Keadaan yang seharusnya
: Rumah pintar UB sebagai pusat sumber belajar setiap kelompok masyarakat,
anak-anak, remaja, kaum perempuan dan lansia, sebagai tempat diskusi, sarana
kegiatan dan pendidikan.
B. Tahap Pengembangan layanan
Menurut kelompok kami ada baiknya dalam pengembangan
layanan rumah pintar Universitas Brawijaya perlu di perhatikan hal-hal berikut:
1. Merancang : menentukan tujuan intruksional,
dengan begitu pimpinan rumah pintar Universitas Brawijaya terlebih dahulu
membuat program sumber belajar apa yang membentuk tercapainya tujuan. Supaya
rumah pintar Universitas Brawijaya tidak terlihat sepi.
2. Mengatur
: menyediakan dan menghubungkan sumber
belajar dengan tujuan instruksional agar dapat dicapai secara efektif, efisien
dan ekonomis. Dalam pembuatan program harus diatur dengan baik, supaya dalam
pelayanan bisa dilakukan secara maksimal,.
3. Membimbing : membangkitkan motivasi dan semangat
pada pegawai rumah pintar Universitas Brawijaya,supaya bisa menjalankan
program-program yang ada dengan baik dan penuh semangat.
4. Mempublikasi
: supaya rumah pintar Universitas Brawijaya ini di ketauhui oleh masyarakat
luas, perlu adanya mempublikasikan setiap kegiatan-kegiatan dan program-program
yang ada melalui media sosial maupun media cetak.
C. Pengembangan di setiap
sentra
Sentra
Buku :
perlu di tambahkan lagi koleksi tentang bacaan masyarakat, karena hampir
bacaanya itu bacaan anak-anak dan buku pembejaran. ruangnya perlu di perluas
mungkin jika ada kunjungan yang jumlahnya banyak ruangan tidak mencukupi. dan
juga untuk sentra ini tidak hanya baca di tempat tetapi bisa melakukan proses
peminjaman, program ini akan memudahkan pengguna dalam memanfaatkan rumah
pintar Universitas Brawijaya.
Sentra
Komputer :
untuk sentra ini bisa mengadakan lomba bagi siswa SMK untuk membuat sebuah aplikasi, dan program bagi
masyarakat unruk mengenal teknologi baru.
Sentra
Bermain :
sentra ini harus bisa membuat pengunjung terutama anak-anak nyaman dan senang
saat berada di sentra bermain ini, alat permainnanya perlu di tambah yang lebih
menarik lagi.
Sentra
Kriya : perlunya
program mingguan untuk masyarakat, supaya masyarakat yang tidak sibuk, sehingga
mempunyai kesibukan yang membuahkan hasil dan nantinya bisa diperjual belikan.
Sentra
Panggung : sentra ini seharusnya bisa membuat program
lomba bercerita, bernyayi, menari dll. Karena di sentra ini disediakan panggung
untuk anak-anak yang mengekspresikan kemampuannya di atas panggung,
Mobil
Pintar : jadwal mobil
pintar ini perlu ditambah supaya masyarakat yang ada di pedasaan bisa mebuka
dunia dengan kegiatan membaca.
D. Implementasi
Ketrampilan
masyarakat lewat sentra kriya, di sentra ini masyarakat di ajari ketrampilan
vokasional dengan memanfaatkan barang bekas menjadi sebuah karya yang bisa di
jual.
Mobil
pintar menjangkau atau mewadahi bagi para pemustaka yang didaerahnya terbatas
oleh sarana dan prasarana. Mobil pintar tersebut hanya melayani baca ditempat.
Selain baca ditempat sering juga Mobil pintar ini membeir pelatihan atau
Kreatifitas kepada masyrakat.
Story telling di
lakukan bila ada anak-anak yang berkunjung di rumah pintar ini, dan bahan
bacaan di sesuaikan dengan usia nak-anak tersebut. Selain melakukan story
telling rumah pintar juga mengajak anak-anak untuk mengeskpresikan dirinya
lewat sentra panggung, anak bisa belajar menyayi, bercerita, dll.
BAB
III
PENUTUP
Rumah pintar UB ini
berorientasi pada pengembangan kualitas pendidikan yang mempunyai 5 sentra
yaitu sentra kriya, sentra bermain, sentra panggung, sentra panggung dan sentra
buku. Yang dilengkapi dengan tutor, pengurus dan resepsionis. Berbagai macam
sentra tersebut sebagai wahana informasi dan teknologi, mengembangkan
kreativitas dan motorik anak, serta mengembangkan ketrampilan bagi masyarakat
disekitar lingkungan UB dan masyarakat umum diwilayah Malang.
Untuk Download Makalah Disini
terimakasih atas pengembangan rumah pntar sangat bermanfaat sekali, meurut anda idean perpustakan keliling berapa minggu sekali? dan kemana saja?
BalasHapusterima kasih,, menurut saya perpustakaan keliling 4 kali dalam seminggu, rata-rata perpustakaan keliling menuju tempat pedesaan yang jauh dari sarana dan prasarana membaca
HapusTerimakasih infonya.,
BalasHapusMengenai analisis kebutuhan di rumah pintar Universitas Brawijaya menurut anda kegiatan rumah pintar UB agar sesuai sasarannya dari kelompok masyarakat, anak-anak, remaja, kaum perempuan dan lansia seperti apa implementasinya dari segi kegiatan?
menurut saya dari segi kegiatannya bisa juga membuat program bagi masyarakat yang buta aksara, di tmbah kegiatan storry telling, lomba-lomba untuk remaja dalam hal penulisan cerpen dll
HapusKegiatan apa saja yang ditujukan untuk pengguna lansia,??
BalasHapusuntuk saat ini masih membuat kerajinan dari bahan bekas
BalasHapusMenurut anda kegiatan apa yang perlu dikembangkan selain membuat kerajinan dari bahan kertas untuk pengguna lansia?
BalasHapusmenurut saya selaian membuat kerajianan dari bahan bekas, rumah pintar Ub bisa mengadakan program untuk lansia yang buta aksara..
Hapuscontohnya mengadakan program untuk lansia yang buta aksara itu seperti apa.?
Hapusya di beri tentang pengetahuan untukmenulis huruf atau angka
Hapusterimakasuih atas informasinya!
BalasHapusmungkin ada usul tetang desain sentra pangung... pangungnya bagaimana?
BalasHapuspanggungnya lebih di buat menarik lagi supaya tidak monoton
Hapus