MENITI JALAN KEPUSTAWANANAN



Kuliah Tamu
Bapak BLASIUS SUDARSONO


Meniti?
iya meniti karena jalan itu tidak sederhan,
Jalan Kepustakawanan?
·         Jalan yang semula asing dan tidak dikenal
·         Sejak awal sudah memunculkan beragam pertanyaan
·         Ternyata menimbulkan obsesi yang belum usai sampai kini

Pustakawan adalah makhluk hidup yang disebut manusia. Driyakara menyebut manusia yang tidak hanya “apa” melainkan juga “siapa’’ itu sebagai “pribadi’’. Dengan demikian ‘’pustakawan’’ adalah pribadi.  Menarik melihat ‘’pustakawan” dan “pribadi” ini dari sudut tata bahasa.

Perjalanan hidup pribadi, dalam menjalani dan memaknai sebuah profesi
            Mengakui bahwa kebanyakan sejawat tidak akan tertarik dengan pembicaraan mengenai hal-hal yang ada dalan tanah. Yang memang menarik adalah hal di atas tanah, ibaratnya pohon tentu akan dilihat batang, cabang, ranting, daun, bungan, dan buah. Siapa tertarik dengan akar atau bahkan benihnya? Padahal pohon yang baik dan berbuah manis tentu sangat tergantung dari benih dan kerja akar dalam menumbu kembangkan pohon itu sampai berbuah manis untuk dinikmati.
            Terlebih dengan persyaratan yang disebut bahwa untuk menjadi Pustakawan dioersyaratkan seseorang harus belajar Ilmu Perpustakaan dan mendapatkan kesarjanaan dalam ilmu itu, salah satu pertanyaan mendasar antara lain adalah: Apakah Ilmu Perpustakaan itu benar sebuah ilmu? Apa saja yang mencakup ilmu itu? Adakah hukum dasar yang dipakai dan mampu untuk menerangkan berbagai fenomena yang terjadi dengan dunia perpustakaan?





PUSTAKAWAN  DAN  KEPUSTAKAWANAN
        Pustakawan supaya betul-betul menjadi Pustakawan  harus menjadi dan memiliki Kepustakawanan.
        Pustakawan yang tidak menjadi dan memiliki kepustakawanan itu merupakan pustakawan yang terjerumus, Pustakawan yang tidak setia terhadap Tuhan, terhadap masyarakat dan dirinya sendiri, Pustakawan yang kehilangan keluhuran dan kehormatannya.
        Kepustakawanan adalah perkembangan dari Pustaka-wan. Perkembangan yang betul-betul menjalankan kedaulatan dan kekuasaannya atas dirinya sendiri dan tidak dijajah oleh kenafsuan-kenafsuan, dan dunia material.
        Jika ini tercapai maka Pustakawan betul-betul ”bersemayam” dalam dirinya sendiri.  
FILSAFAT KEPUSTAKAWANAN INDONESIA
        Sudah dipikirkan sejak 1988 (lihat tulisan antara sidney dan pandaan dalam buku antologi kepustakawanan indonesia, 2006)
        Resmi dilontarkan pertama kali dalam konferensi kerja ikatan pustakawan indonesia di semarang, 1991 (mencari falsafah kepustakawanan indonesia)
        Dicoba sebagai mata kuliah program s2 di unpad, 2003
KERANGKA ARSITEKTUR KEPUSTAKAWANAN
·         EMPAT PILAR PENYANGGA
o   Kepustakawanan Adalah Panggilan Hidup
o   Kepustakawanan Adalah Semangat Hidup
o   Kepustakawanan Adalah Karya Pelayanan
o   Kepustakawanan Adalah Profesional

·         LIMA DAYA UTAMA
o   Berpikir Kritis, Analitis, Dan Kritis
o   Berkemampuan Membaca
o   Berkemampuan Menulis
o   Berkemampuan Wira Usaha
o   Menjunjung Tinggi Etika

·         TIGA SASARAN ANTARA
o   Menjadi Cerdas  (Bright)
o   Menjadi Kaya  (Rich)
o   Menjadi Benar  (Right)

·         TUJUAN AKHIR
o   Manusia Paripurna Berguna Bagi Sesama

      KAPPA SIGMA KAPPA INDONESIA (2012)
      Profesi pustakawan akan diakui sejajar dengan profesi lain jika dan hanya jika Ilmu Perpustakaan dan Informasi (IP&I) juga diakui sejajar dengan ilmu lain.
      Oleh karena itu studi dan pengembangan IP&I serta penerapannya adalah keniscayaan
      Dibentuk oleh dan bagi pribadi yang sadar akan tangung jawab untuk ikut melakukan upaya pembelajaran berkesinambungan guna mengembangkan kepustakawanan Indonesia.
      Dimaksudkan sebagai komunitas pemelihara semangat belajar berkesinambungan dan penumbuh rasa bangga setiap anggota atas IP & I, sehingga dapat menghasilkan pemikiran mendalam maupun konsep pengembangan kepustakawanan Indonesia.



JANJI PUSTAKAWAN MUDA INDONESIA
1.    Kami Calon Pustakawan dan Pustakawan Muda Indonesia,mengaku berprofesi sebagai Pustakawan Indonesia yang      adalah warga Bangsa dan Negara Indonesia   .
         
2.    Kami Calon Pustakawan dan Pustakawan Muda Indonesia,
Sebagai profesional senantiasa berusaha memaham         menghayati, dan mengembangkan Jati Diri Pustakawan Indonesia, berkarya bagi Bangsa dan Negara Indonesia,  untuk mencapai cita-cita Bangsa dan Negara Indonesia.
3.    Kami Calon Pustakawan dan Pustakawan Muda Indonesia,  Mewaspadai, menolak, dan memberantas segala hal yang merugikan bahkan dapat menghancurkan Bangsa       dan Negara Indonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini